Social Icons

Pages

Selasa, 16 Agustus 2011

Hati Yang Tersakiti

Kembali lagi hati ini terhias sama sair-sair cinta. heran kenapa setiap kali mendengarkan hal yang berbau cinta, hati ini bukannya senang dan terbawa dalam keindahan kisah cinta yang telah ada. justru aku merasakan kekecewaan yang selalu melanda menggulung rasa bahagia yang sempat kunikmati tadi ketika berbuka puasa. aku tidak berpikir aku benci terhadap cinta. tidak..!! tidak ada sebersitpun aku melupakan cinta. aku tetap membutuhkan cinta. karena cinta adalah fitrah manusia. 

Tidak dapat kupungkiri, kesedihan dan kekecewaan akan cinta ini berawal dari kegagalan cinta yang pernah kunikmati dulu. tapi kenapa masih ada sisa goresan luka yang pedih ketika kata cinta itu terdengar oleh telinga dan terasa oleh hati?? apakah aku sekarang sedang dilanda cinta yang semestinya telah kuungkapkan padanya?? Entahlah..aku hanya bisa pasrah melihat hal itu terjadi di depan mataku.

Kata-kata 'jadilah tegar & persetan dengan cinta' sudah hilang dalam kamus roman hatiku. sungguh ini sudah merajai hati. kekecewaan yang menyakiti. penasaran yang menyelimuti, dan kesedihan yang sering mengikuti. membuat aku hilang akal sehat dalam memandang cinta. maafkanlah hati kecilku. aku tidak bisa mengabulkan degupan kencang yang kau isyaratkan ketika aku berhadapan dengannya. meski kau (hati) selalu menyesakkan dadaku kala ia berada didekatku. tapi maaf..aku tidak bisa mengabulkan keinginanmu tuk merajut asmara dengan si dia. mental dan masa laluku selalu membuatku pesimis dan membayangi gerak langkahku. Maafkanlah..!!
*
Ehm..engkau memang telah mencuri hati kecilku yang telah lama berpuasa cinta. sungguh hebat dirimu yang menjelma bak wanita dalam impianku. logika dalam pengetahuan yang kupelajari dan kumiliki seolah tunduk dalam bias indah pesana agung milikmu. aku mendamba, berharap dan berkhayal. bisakah kau menjadi milikku?? lagi-lagi mental membentengi semuanya. seolah ada sekat yang memisahkan aku padanya. dan sering sekali bisikan-bisikan pesimis kau tiupkan padaku membuatku bertanya-tanya 'Maukah Dia menerima cintaku??' dasar sial..!!

Kembali aku mencaci diriku yang larut dalam bisikan pesimis. aku lemah..tidak ada daya untuk menuntaskan itu. aku menyesal..melihat bayangan buruk yang kan terjadi jika engkau telah menjadi kekasih temanku. hancur rasanya hati ini. ingin sekali kutetskan air mata, namun siapa diriku?? aku bukanlah wanita yang menyelesaikan masalah dengan air mata. aku adalah seorang pria yang dapat menyelesaikan masalah tanpa ada tumpahan air mata. itulah jalan yang harus kutempuh. dan terimalah resiko ini akibat dari ketololanku. biarlah semua itu menjadi ganjalan hatimu. jadikanlah cinta yang tak tersambut ini sebagai cermin diriku yang sebenarnya. bahwa aku adalah orang yang gagal dalam cinta.
**
Aku mengenalmu setahun yang lalu. hanya sebatas nama. dan hanya sebatas inisial. itulah dirimu..tanpa dapat memikatku saat itu. kau hanya kuanggap sebagai teman layaknya teman-teman wanitaku lainnya. tidak ada yang spesial dari dirimu. aku hanya memperhatikan dirimu sesekali dalam sepuluh tatapanku. begitulah dan terus begitulah hingga akhirnya waktu mengubah semua pernyataanku dan penilaian pandanganku terhadapmu.

Engkau mulai hadir dalam pikiranku sejak kau memperlihatkan keanggunanmu sebagai seorang wanita. keanggunan yang memang kau simpan rapat-rapat terhadap lelaki yang bukan mahromnya. sungguh luar biasa..!! aku tidak dapat berkata apa-apa selain memikirkanmu saat itu. satu persatu dalam tiap gerak tubuhmu kunilai dengan seksama. senyummu, tingkahmu dan akhlakmu sungguh telah menggugah hati yang layu ini kembali bangkit. dari degupan biasa yang kualami saat itu berubah menjadi degupan kencang mengisyaratkan ketertarikan hati yang sungguh luar biasa. saat itu aku berpikir apakah ini reaksi cinta?? kembali lagi aku berusaha tuk menepis dan menghindar dari kata cinta yang beberapa kali melukaiku. Munafik..!! yah aku munafik, tidak mau mengakui ketertarikanku padanya.

Disaat aku berusaha menutupi ke-cintaanku padanya. Disaat itu juga hati semakin berontak mematahkan ilusi tampilan kepribadianku yang berusaha menutupi rasa ketertarikan ini. bergejolaklah dan semakin bergejolak dalam diriku persaingan dahsyat akan hal itu. hingga aku tidak tahu akan berlaku apa dan bagaimana. yang pasti..meski cinta sudah mengakar kedalam diriku. tetap saja akan selalu ada yang menghentikan langkah sang hati ini. sungguh sial dan malangnya hidupku mengingat keadaan yang selalu saja mematikan ambisi didalam jiwaku. butuh perjuangan dan pencapaian yang sungguh-sungguh untuk mengambilnya. dan berakhilah semuanya ketika semua sudah berubah dan tidak sejalan dengan yang ku harapkan.
***
Biarlah cinta ini tetap bersemi dalam hatiku. Meski aku sudah tahu dan yakin akan perkiraanku jika dirimu telah dimiliki seseorang. Biarlah kesedihan ini jadi nilai minusku yang harus kuperbaiki di masa yang akan datang. Cinta-cinta dan kasih sayangku tetap kutambatkan pada dirimu. Maafkanlah jika ini salah. Aku sadar aku adalah pria yang kurang di untung. Semoga engkau dapat merasakan kebahagian dalam menjalin kasih dengannya. Karena aku tidak mau senyummu itu menjadi senyum terakhir di awal engkau merajut asmara dengan kekasihmu.

Aku kan selalu di sini dan tetap di sini. Tidak untuk menunggu cinta darimu, tapi menanti seseorang yang kan menjadi tambatan hatiku yang telah digariskan oleh Ilahi Rabbi. Bersemilah cinta, bangkitlah sang hati kecilku. Aku yakin suatu saat ada pengganti yang kan mengobati kekecewaanmu.

Minggu, 14 Agustus 2011

Pak Kosku Si Gibol Abizz

Satu hal yang perlu diketahui. hal ini sebenarnya sudah lama ingin aku tuangkan dalam bentuk tulisan. hanya saja karena tidak adanya waktu untuk berkreasi dan berpikir jadinya ya..baru saat ini kuceritakan. bermula ketika aku sudah ngekos di daerah sumbersari Malang. aku merasakan ada hal-hal yang kulewatkan dalam tahun pertama ngekos, yaitu: karakteristik orang-orang yang ada disekitarku alias yang seatap rumah bersamaku. entah kenapa hal ini sampai terlewati jauh? mungkin karena aku orangnya cuek dan tidak mau campur tangan kehidupan orang lain jadi ya hasilnya seperti ini.

Okeh..aku akan mengulas orang pertama yang menurutku menarik kuungkap. tapi ingat!! aku tidak bermaksud menggunjing, hanya sebatas untuk sekedar info buat orang yang belum tahu. dia adalah bapak kosku. entah siapa nama panjang dan asli dari bapak kosku ini. semenjak aku masuk hingga sekarang yang sudah memasuki tahun ketiga aku kos di rumah tersebut. aku tidak pernah sekalipun memanggil beliau dengan nama asli. aku hanya memanggil beliau dengan sebutan bapak saja.

Setelah lama aku ngekos di tempat bapak tersebut. pernah terbersit rasa ingin tahuku untuk mengetahui nama beliau. akhirnya kudapatkan dari ibu kos yang selalu memanggil beliau dengan sebutan Mas Lis. itulah hasil dari usaha pertamaku untuk mengetahui siapa nama asli beliau. meski hanya potongan nama. setidaknya aku sudah dapat gambaran kalau nama bapak kosku adalah Lis. jadi nanti aku tidak selalu menjawab 'Ngekos di Bu Eni (Nama Bu kos)' jika di tanya oleh tetangga kampung aku ngekos dimana. aku sudah punya bahan tambahan untuk persiapan jika nanti ada pertanyaan seperti itu lagi.

Setelah beberapa waktu. aku seolah merasa ada 'ganjelan' ato uneg-uneg yang seakan belum tersalurkan. apakah itu? eh..ternyata setelah dicermati. aku masih belum puas sama potongan nama Bapak kosku yang kuketahui dari hasil penelitian dan pengamatanku. akhirnya aku kembali berusaha tuk mencari potongan puzzel ini. kumulai dari temen2 kosku. kutanya mereka satu-persatu siapa nama lengkap Bapak kos? yah..ternyata mereka sama saja denganku yang hanya mengetahui sepotong namanya. dalam posisi seperti ini ya aku tidak bisa menyalahkan mereka. karena aku sadar klo aku juga seperti mereka yang tidak mau tahu kehidupan Bapak dan Ibu kosku. 

Objek pertama gagal total. dan secara otomatis penelitian tentang siapa identitas lengkap bapak terhenti. mau gimana lagi? mau tanya ibu malu. sama anaknya juga malu meski aku dan anaknya yang di juluki 'Gembul' itu akrab. ya sudahlah...(Pake Irama Bondan). semenjak kegagalan itu aku memutuskan untuk berhenti menganalisis dan meneliti siapa nama Bapak kosku. biarlah keadaan ini tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Suatu ketika aku sedang berada di kamar si gembul. waktu itu yang kulakukan yaitu menemaninya ngobrol sambil melihat tayangan film di TV. tepat saat sponsor, aku sebenernya pengen balik ke kamarku karena mau mandi. tapi entah kenapa aku malah hanyut dalam gurauan kita yang entah dari mana gurauan itu bermula. sesaat setelah itu si gembul menanyakan penyani ringtone dalam sponsor.
"Kamu tau siapa nama penyanyi itu?" tanyanya

Aku pikir gembul memang beneran gak tau sama penyanyi itu. dengan gampangnya aku menjawab klo itu sulis mantan penyanyi cilik 'cinta rasul'. lalu bagaimana reaksi gembul setelah aku memberikan jawaban dari pertanyaannya??

"Itu nama Bapakku Goblok!!" sanggahnya sambil tertawa.

Dasar gila!! klo mang nama bapaknya Sulis kenapa dia memberitahukannya ke anak-anak klo namanya mempunyai celah, yaitu seperti nama cewek. akupun ya hanya bisa ikut tertawa. dan dalam pikiran aku berucap 'Akhirnya, nama yang kucari selama ini ini toh??'. jadi nama bapak kos yang membuat aku penasaran dan sempat menjadi misteri telah terungkap dari mulut anaknya sendiri. dan nama beliau adalah 'Sulis'. lucu ya?hehehe

Nah setelah aku sudah tahu nama nih orang ni..coba tebak deh aku bakalan ngapain?? jgn tebak yang asal loh,,ntr ada yg nebak aku bakalan guna-gunain dia. (emang aku cow apaan mau guna-gunaain sesama cowok) ih..amit-amit dah, semoga tidak ada yang berpikiran seperti itu. dan untuk menghindari pikiran seperti itu mending aku jelasin ja deh jawabannya.

Aku akhirnya menganalisa karakter bapak kosku. dan kutemukan jawabannya ketika kita sedang nonton bola bareng di ruang keluarga kosku. bapak ternyata punya sifat yang plin plan dan orangnya pelupa abiz. sebenarnya untuk yang pelupa awalnya aku memaklumi sih. karena faktor usia jd daya ingat seseorang kan semakin berkurang. jadi aku kesampingkan pelupa itu. 

Nah masalah plin plannya bapak itu akan muncul di saat dia sedang nonton bola. terserah mau bola apa, asal bukan bola ping pong ae hehehe becanda. beliau sangat gibol cuy alias gila bola. dapat dikatakan untuk penghuni rumah beliau, yang paling gibol tu jika dirangking adalah bapak. dia mengalahkan anak-anak kosnya yang terbilang gibol juga. haduh..kacau nih kos. tapi its ok lah. namanya juga hobi kan siapa yang ngelarang. asal berbau positif. kembali lagi ke plin plan. pernah nih suatu waktu ada acara bola dan kebetulan yang tanding adalah pasukan Merah Putih. dia dari awal pertandingan ngoceh terus. sampe-sampe telingaku mau meledak medengar komentar dia yang terbilang 'Urakan'. kenapa aku tega bilang begitu? karena ya dia komentar tanpa melihat benar salahnya pemain. 

Contohnya adalah Bustomi yang merupakan pemain tengah Indonesia. di awal komentarnya si bapak kos memuji-muji dia. ya enak lah maennya. pokoknya sip wes komentarnya. eh..belum dapat lima menit ketika bustomi membuat kesalahan dikit. si bapak ni langsung saja mengata-ngatai si bustomi jelek lah, kebanyakan giring lah. dan minta digantilah. jelas kan ke plin planannya?? gini nih yang bikin sakit ni telinga mendengar komentar yang 'Urakan'. memang bener kata orang, klo orang Indonesia ini bisanya cuma komentar mulu. tapi gapapa...mumpung komen sekarang belum dilarang jd ya sah-sah saja hehe..

Selain bustomi yang kena komentar gak mengenakkan adalah Oktomaniani. semula okto dikatakan gesit lah, lincah lah dan berani lah. dan..ting-tong...memasuki 5 menit. komentar si bapak mulai berubah. dan tidak usah di ulas lagi karena komentarnya sama cuy kayak komentarnya dia ke bustomi. masuk hebat ya ni bapak. meski punya sifat plin plan dan emosi tinggi ketika nonton bola tapi dia tetap konsisten sama komentar urakannya hehehe...

Mungkin jika dua pemain timnas itu mendengar komentar itu. ada dua kemungkinan yang bakalan terjadi. pertama bisa-bisa keduanya gantung diri (bukan gantung sepatu) karena depresi dan mengalami stres. kedua, bisa-bisa jika bertemu si bapak bisa berantem tuh hehehe..tapi semoga itu tidak terjadi. jika terjadi bisa-bisa masuk koran. dan orang bakalan mencibir dan mencemooh okto dan bustomi karena salah pemahaman akan judul redaksi. coba bayangkan jika redaksi di koran tertulis begini 'Okto dan Bustomi Menghajar Sulis'..kan bisa salah tafsir tuh? mending ya jangan deh.

Oia sebelum kuakhiri ni ulasan tentang bapak. aku kahirnya berubah pikiran yang semula menganggap bapak tu adalah seorang pelupa karena faktor usia. sekarang aku yakin klo bapak pelupa bukan faktor usia melainkan karena sudah dari sononya. kayak tadi masak dia yang masak nasi sampe lupa klo dia sedang masak nasi. jadinya nasi yang buat sahur nanti agak gosong deh..heh nasib ya punya bapak kos plin-plan dan pelupa. tapi hal itu tidak menutup kemungkinan rasa hormatku padanya berkurang. dia tetap bapak kos yang baik hati. so,,perkara dia aneh, jorok ato yang laennya terserah aku gak ngurus selama dia bukan homo lo yah..klo homo aku mending pindah kos aja hehe..

Inilah kehidupan kosku yang penuh warna. mungkin kelanjutan ini bakalan kutulis kapan-kapan mengenai keunikan penghuni rumah yang bernomor 158A ini. doakan saja moga ada kreasi dan ide untuk menulisnya. terima kasih!! terakhir untuk bapak kos dan mohon maaf yang sebesar-besarnya!!